Kamis, 18 Februari 2016

WASIT JUGA BISA CEDERA
Banyak yang menyinyir dengan keputusan dari federasi sepakbola Italia (FIGC) yang menunjuk Nicola Rizzoli sebagai wasit untuk pertandingan antara Juventus dan Napoli, pertandingan dini hari nanti (Minggu, 14 Februari 2016, pukul 02:45 WIB) akan berlangsung di Stadion Juventus di Kota Turin. Hal ini bukan tanpa alasan, karena jika kita menulis “Nicola Rizzoli” di mesin pencari Google, selain profil umumnya, kita akan menemukan banyak kontroversi yang telah dilakukannya.
Wasit yang memimpin partai final Piala Dunia 2014 ini sudah terkenal karena keputusannya yang beberapa kali kontroversial. Di antaranya adalah ketika Belgia menghadapi Argentina dan pada saat ia tidak mengkartumerah Hector Moreno yang mencederai Luke Shaw pada pertandingan Liga Champions UEFA antara Manchester United menghadapi PSV Eindhoven.
Lantas banyak nada sumbang yang berkumandang mengenai penunjukkan Rizzoli, dari kubu Juventus maupun Napoli. Entah terpengaruh dengan nada sumbang ini, secara tiba-tiba Rizzoli dilaporkan menderita cedera betis.
Dengan cederanya Rizzoli, Daniele Orsato ditunjuk oleh AIA (asosiasi wasit Italia) sebagai wasit pengganti untuk pertandingan tersebut. Yang terjadi berikutnya sudah bisa kita tebak, banyak yang menganggap cederanya Rizzoli ini sebagai sebuah konspirasi.
Wasit jarang menderita cedera?
Paradigma kita kepada sepakbola pastinya sudah sangat umum, bahwa sepakbola adalah permainan yang penuh dengan kontak fisik. Hal ini menyebabkan sepakbola dan cedera adalah dua hal yang tak terpisahkan. Jika ada sepakbola, pasti akan ada cedera.
Namun, sejujurnya kita memang tahu bahwa sepakbola dan cedera itu hanya beririsan pada pemain saja. Sedangkan wasit, ofisial, manajer, pelatif, staf pelatih, petinggi, sampai penonton yang cedera adalah hal yang tidak umum kita dapati.
Misalnya untuk pemain sepakbola, penyebab kasus cedera yang bisa kita dapatkan ada banyak, secara terperinci adalah karena berlari, terkena tekel, melakukan tekel, terpelintir, bertabrakan, peregangan, tertendang, menembak, mendarat, mengoper, melompat, terjatuh, menyundul, tersikut, sampai efek kelelahan.
Menurut jurnal “An Audit of Injuries in Professional Football-Analysis of Preseason Injuries” yang disusun oleh Woods, 15 jenis cedera  di atas adalah cedera yang sudah terdokumentasikan secara rinci untuk pemain sepakbola.
Sementara untuk wasit, penyebab cedera yang biasa dialami hanya ada empat dari 15 di atas, yaitu berlari, terpelintir/berputar, peregangan, dan kelelahan. Hal ini bisa diterima karena wasit tidak aktif bermain layaknya pemain sepakbola.
Sedangkan dari waktu cedera, pemain sepakbola biasa mengalami cedera pada saat pertandingan maupun latihan. Wasit sendiri jarang kita ketahui mengalami cedera pada saat pertandingan, apalagi pada saat latihan. Dimana wasit berlatih? Kapan wasit berlatih? Seperti apa menu latihan untuk wasit? Semuanya adalah pertanyaan yang tak terjawab.
Penyebab cederanya wasit
Tidak seperti pemain, tidak ada cedera karena kontak yang pernah terdokumentasi untuk wasit. Sebaliknya, ada 28% cedera karena kontak untuk pemain sepakbola, dan sisanya pemain cedera karena faktor non-kontak.
Untuk wasit, 20% kasus cedera wasit adalah akibat dari faktor non-kontak, sedangkan sisanya karena faktor kelelahan.
Mario Bizzini pernah meneliti mengenai kasus cedera untuk wasit pada 2010. Ia mengambil sampel yang ia bagi ke dalam empat laporan.
Pada laporan pertama, ia mengikutsertakan 66 wasit pria dan 5 wasit wanita pada tingkat nasional. Ia mengambil dari negara Swis. Pada laporan kedua, ia mengambil 123 wasit pria dan 63 wasit wanita untuk pra-seleksi Piala Dunia. Pada laporan ketiga, ia mengambil sampel dari 81 wasit pria dan 36 wasit wanita untuk seleksi babak final Piala Dunia. Sementara pada laporan terakhir, ia mengambil sampel 481 wasit pria dan 8 wasit wanita dari segala tingkat di Swis.
Hasil dari penelitian disertasinya ini adalah bahwa cedera non-kontak antara pemain dan wasit sebenarnya tidak berbeda terlalu jauh. Ini tidak lah mengejutkan, karena pola aktivitas dari pemain dan wasit tidak terlalu berbeda. Penelitian ini juga masih tidak melaporkan adanya cedera wasit karena kontak fisik, karena wasit memang tidak terlibat pada permainan secara langsung.
Jenis cedera antara wasit dan asisten wasit, antara pria dan wanita, dan antara wasit tingkat amatir dengan tingkat internasional, juga tidak terlalu berbeda.
Kasus cedera yang paling umum adalah, sesuai urutan, cedera hamstring, cedera betis (seperti kasus Rizzoli), dan cedera pergelangan kaki. Sedangkan lokasi yang paling umum yang dilaporkan sering menderita nyeri (belum tentu cedera) adalah punggung bagian bawah, hamstring, lutut, betis, dan tendon Achilles.
Namun, untuk wasit tingkat turnamen anak-anak, kemungkinan kasus cedera akan semakin rendah.
Tidak terekspos media
Wasit memang tidak seperti pemain, di sepakbola maupun di luar sepakbola. Kegiatan wasit di dalam maupun di luar lapangan tidak pernah terlalu diekspos oleh media. Bahkan untuk wasit legendaris sekelas Pierluigi Collina sekalipun.
Kita bahkan tidak tahu wasit berlatih dimana, kapan, dan dengan jenis latihan yang seperti apa. Itu semua wajar.
Melihat cederanya Rizzoli, sejujurnya ini bukan lah hal yang berbau konspirasi. Namun, entah ada unsur kesengajaan atau tidak, kita harus sudah benar-benar memahami jika wasit juga seperti pemain, karena wasit juga.

Kamis, 31 Desember 2015

PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI UNTUK PENINGKATAN EKONOMI MASYARAKAT INDONESIA

1. PENDAHULUAN 
Di zaman sekarang kemajuan teknologi informasi telah mengubah cara hidup masyarakat dalam menjalankan aktivitasnya sehari-hari. Peranan dan keberadaan teknologi informasi dan komunikasi di segala sector kehidupan tanpa sadar telah membawa dunia ke gerbang globalisasi tanpa batas dan tidak mengenal jarak. Siapapun dapat berkomukasi dan mengakses segala informasi yang di butuhkan dengan cepat dan dimanapun keberadaanya. Teknologi Informasi adalah suatu teknologi yang digunakan mengolah, menghasilkan, mendapatkan, menyusun, menyimpan, memanipulasi data untuk menghasilkan informasi yang berkualitas serta menyebarkannya dalam berbagai bentuk, seperti gambar, text, suara, dan lainnya. Informasi ini harus akurat, relevan, logis, dan tepat waktu yang berguna untuk kepentingan pribadi, bisnis, dan, pemerintah serta lainnya. 
Secara garis besar perkembangan teknologi mempunyai dampak positif dan negatif bagi kehidupan manusia, dan perkembangan teknologi tersebut sangat berhubungan dengan masyarakat, salah satunya teknologi informasi. Teknologi informasi sangat berhubungan dengan kehidupan bermasyarakat, baik dalam membantu pekerjaan menjadi lebih mudah dan ringan, maupun dalam hal ekonomi, pemerintahan maupun hal lainnya. Teknologi informasi bermanfaat di kalangan masyarakat, seperti dalam bidang transportasi, perdagangan, perbankan, kesehatan, pendidikan, maupun bidang lainnya. 


2. PEMBAHASAN 
Peran Teknologi Informasi di dalam Prekonomian Masyarakat Dalam kegiatannya perekonomian membutuhkan dan mempunyai berbagai faktor penunjang seperti sumberdaya manusia (human resources), sumber daya alam (natural resources), sumberdaya tekhnologi (technology resources). Sumberdaya technology merupakan sumberdaya pendukung yang berguna untuk mempermudah dalam berbagai hal. Dalam pelaksanaannya sumber daya teknologi biasa di kenal dengan TIK (technology informasi dan komunikasi). 
Teknologi informasi sekarang ini berkembang dengan pesat. Pemanfaatan teknologi informasi ini sekarang sudah mencapai berbagai macam bidang kehidupan masyarakat kita. Seseorang yang masih awam akan teknologi informasi akan di cap kuno, oleh karenanya pengenalan akan teknologi sekarang ini sudah tidak hanya oleh kalangan terpelajar saja, tapi anak-anak dan orang tua pun sekarang ini seolah-olah tidak mau ketinggalan terus mempelajari teknologi informasi yang ada.Teknologi informasi dibuat untuk memudahkan para penggunanya dalam mencatat suatu transaksi, menyimpannya dalam bentuk data, mentransformasikannya menjadi informasi dan menyebarkannya kepada para pemakai informasi. Teknologi informasi memiliki banyak peranan dalam membantu manusia dan memecahkan masalah. Membantu Manusia dalam : meningkatkan produktivitas, meningkatkan efektivitas, meningkatkan efisiensi, meningkatkan mutu, meningkatkan kreativitas, Problem solving (pemecahan masalah). Dalam dunia bisnis teknologi informasi mempunyai dampak yang besar,misalnya suatu transaksi bisnis yang dicatat secara on-line, akan diolah dan pada saat yang hampir bersamaan (real-time) hasil pengolahan atau informasinya dapat dilihat, seperti yang lazim dilakukan para nasabah bank pada saat melakukan transaksi pada ATM (automated teller machine). Pada saat ini informasi menjadi hal yang sangat penting dalam kegiatan bisnis, dengan dukungan teknologi informasi, informasi semakin mudah diperoleh tanpa dibatasi ruang dan waktu. Dengan adanya internet proses perdagangan tidak membutuhkan waktu yang lama atau berjam-jam dan bisa melakukan perdagang dengan waktu yang sangat singkat. Ini juga bisa menghemat waktu. Disisi lain juga mempunyai peranan untuk membantu perusahaan yang mempunyai sistem TIK untuk mendukung bisnisnya. Perusahaan juga bisa mudah untuk mencari informasi dari luar atau perkembangan dunia ekonomi di luar. Peningkatan perusahaan akan bisa berkembang karena bisa mudah untuk menjalankan pekerjaan. Manfaatnya juga banyak yaitu perusahaan bisa mudah menjalankan kinerjanya sangat membantu menjalankan bisnis perusahaan, bisa memperoleh informasi dari luar, membutuhkan waktu yang sangat singkat untuk proses perdagangan. Dan bila sistim TIK dalam perusahaan sangat mendukung perusahaan akan bisa memperoleh pendapataan yang diinginkan perusahaan. Contoh dari penggunaan Teknologi Informasi di dalam ekonomi/ bisnis. seperti : a. Perdagangan elektronik atau e-dagang (bahasa Inggris: Electronic commerce, juga e-commerce) adalah penyebaran, pembelian, penjualan, pemasaran barang dan jasa melalui sistem elektronik seperti internet atau televisi, www, atau jaringan komputer lainnya. E commerce dapat melibatkan transfer dana elektronik, pertukaran data elektronik, sistem manajemen inventori otomatis, dan sistem pengumpulan data otomatis. b. M-dagang atau M-Commerce (Mobile-Commerce, mCommerce) adalah sistem perdagangan elektronik (e-Commerce) dengan menggunakan peralatan portabel/mobile seperti: telepon genggam, telepon pintar, PDA, notebook, dan lain lain. Pada saat pengguna komputer berpindah dari satu tempat ke tempat lain (sewaktu berada dalam mobil, misalnya), c. pengguna komputer tersebut dapat melakukan transaksi jual beli produk di Internet dengan menggunakan system m-dagang ini. Dari beberapa contoh di atas sehingga teknologi informasi sangat mendukung dalam bidang ekonomi yaitu membantu menjalakan bisnis karena sangat mudah dan tidak melalui proses yang lama, contoh penggunaan di atas bukan hanya untuk perusahan saja, semua orang bebas menggunakanya untuk berdagang. Sehingga teknologi informasi juga berperan dalam meningkatkan ekonomi masyarakat. Aspek ekonomi dan sosial tidak dapat dilepaskan dari informasi, sektor bisnis di era informasi dapat dibagi menjadi dua, yaitu sektor bisnis informasi primer yang terdiri atas perusahaan yang terutama bergerak dalam bidang produksi dan penggunaan informasi seperti perusahaan komputer, kantor pengacara, akuntan, uiversitas, penerbit. Dan yang kedua, sektor bisnis informasi sekunder merupakan sektor bisnis yang diisi oleh salah satu bagian dari perusahaan yang sebenarnya tidak bergerak dalam bisnis informasi, namun menghasilkan atau menggunakan informasi, misalnya bagian pemasaran, promosi, publikasi, promosi, keuangan, produksi, SDM dan lain sebagainya. Pada perusahaan yang sukses umumnya memanfaatkan TI untuk berusaha semakin dekat dengan konsumen, dan.kemampuan TI untuk mendekatkan jarak dan waktu, sehingga semakin mendekatkan produk perusahaan pada konsumen, disamping itu TI juga digunakan dalam peningkatan kualitas produk dan manajemen perusahaan secara terus-menerus serta dalam proses re-deferensiasi produk untuk memenuhi kebutuhan segmen pasar tertentu bahkan individu tertentu, dan perusahaan yang tidak memanfaatkan TI hanya tinggal menunggu waktu untuk bangkrut. Upaya yang harus dilakukan untuk setiap perusahaan di era informasi ini adalah mengarahkan pada peningkatan kualitas, pengurangan jenis produk atau penurunan siklus produksi, pemusatan pada upaya penciptaan nilai bagi pelanggan, globalisasi, atau mencari rekan baru untuk mengisi kekurangan dalam sumber daya teknologi atau manusia. 


3. KESIMPULAN Dengan menggunakan teknologi informasi dapat membatu meningkat ekonomi masyarakat karena masyarakat dapat memanfaatkan peranan dari teknologi informasi tersebut seperti menggunakan layanan E-Commerce dan M-Commerce dalam membatu proses berdagang. Karena jika menggunakan layanan internet ini maka proses perdagangan tidak membutuhkan waktu yang lama atau berjam-jam dan bisa melakukan perdagang dengan waktu yang sangat singkat. Ini juga bisa menghemat waktu, serta para pedagang juga bisa mempromosikan atau menjual barangnya tidak sebatas di daerahnya saja, karena dengan jaringan internet para pedagang bisa menjangkau pembeli di luar kota atau bahkan di luar negri, yang tentunya akan meningkatkan omset penjualannya dan menambah penghasilan. 


4. UCAPAN TERIMA KASIH Puji dan syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang maha Esa atas selesainya tugas pembuatan paper yang berjudul “Pemanfaatan Teknologi Informasi Untuk Peningkatan ekonomi Masyarakat Indonesia” Terimakasih kepada Bapak Eko Riyanto selaku dosen pengampu mata kuliah Pengenalan Teknologi Informasi atas tugas yang telah diberikan. Kami menyadari bahwa makalah ini belum sempurna. 


5. DAFTAR PUSTAKA Huda, Miftahul.2007. “Layanan Informasi untuk PemberdayaanMasyarakat”. http://bank-ilmu.blogspot.com/2007/04/layananinformasi-untuk-pemberdayaan.html. (di akses tanggal 1 januari2013) Putri, D.W.E. 2012.“Peranan dan Manfaat TIK dalam MenunjangPertumbuhan Ekonomi”. http://dianwijayantiekaputri.blogspot.com/2012/10/peranan-dan-manfaat-tik-dalam-menunjang.html. (di akses tanggal 2 januari 2013).